Nama saya Fitra Suryani, biasa dipanggil Pipit. Lahir tanggal 30 Oktober 2001. Ya, bulan depan saya genap berusia 18 tahun. Saya anak ketiga dari tiga bersaudara. Tinggal di tangerang dan membuat saya harus pulang pergi naik bis umum. Saya alumni SMAN 1 Kabupaten Tangerang dan pernah menjadi santriwati di Pondok Pesantren Modern Manahijussadat sampai kelas tiga. Padahal rencana awal ketika mendaftar ke pondok, saya berniat untuk menjalankan amanah orang tua saya hingga enam tahun. Tetapi apa daya kita yang hanya bisa merencanakan, tetapi Allah punya jalan lain. Akhirnya saya meminta orang tua saya untuk memindahkan saya ke SMA yang jaraknya kurang lebih 1,5 meter dari rumah. Setelah melewati beberapa rintangan, sekarang saya kuliah di Universitas Esa Unggul. Dan mengambil program studi ilmu gizi dalam fakultas ilmu-ilmu kesehatan. Alasan saya mengambil gizi, karna diri saya sendiri. Saya igin mengontrol asupan – asupan yang dibutuhkan dan yang tidak dibutuhkan sekalipun oleh tubuh saya sendiri. Sehingga saya pikir ini akan bermanfaat untuk orang lain nantinya.
Dulu waktu saya menduduki bangku sekolah dasar, saya mengalami hal yang membawa kesan hingga sekarang. Diumur tujuh tahun, saya ompong. Dan hal ini diniarkan orang tua saya karna mereka pikir ini hanya ompong biasa, dan akan tumbuh seperti yang dialami kebanyakan anak seumuran saya. Tetapi hal ini saya alami hingga 12 tahun. Satu gigi susu saya tak kunjung tumbuh dalam 5 tahun lamanya. Orang tua saya mulai khawatir akan hal ini. Awal nya mereka masih menganggap wajar, tetapi saya sering cerita kepada mereka bahwa saya sering dipanggil “ompong” oleh teman – teman saya. Hingga saat itu ibu dan bapak saya membawa saya ke klinik gigi yang terletak di daerah bitung – tangerang. Disitu saya di rontgen. Dan diketahui peyebabnya adalah di gusi tempat gigi susu saya tumbuh itu ada gigi yang melintang kesamping mengarah ke hidung, dan gigi yang hancur yang katanya akibat jatuh. Namun saya tak mengingat bahwa saya pernah jatuh hingga gigi saya hancur di dalam gusi. Dari klinik tersebut, saya dianjurkan lagi untuk melakukan perawatan di rumah sakit eka hospital yang terletak di BSD City. Disana saya dianjurkan untuk melakukan operasi untuk mengangkat gigi yang hancur dan gigi yang melintang tadi karna gigi yang melintang ini jika dibiarkan akan menyebabkan saya terkena sinusitis. Sebelum melakukan operasi saya melakukan perawatan orthodontic agar gigi saya mudah di angkat setelah dilakukannya pergeseran gigi dengan perawatan orthodontic itu tadi. Sekitar tahun 2015 saya melakukan operasi di rumah sakit angkatan darat untuk pengangkatan gigi-gigi yang harus diangkat tadi. Operasi ini melibatkan banyak dokter. Tidak hanya dokter gigi saja, disana ada beberapa dokter lain seperti dokter bedah mulut, dokter spesialis penyakit dalam serta perawat- perawat yang membantu mereka selama operasi. Alhamdulillah operas tersebut berjalan dengan lancar. Dan sekarang saya hanya menjalankan perawatan orthodontic untuk merapikan gigi saya yang acak-acakan setelah melakukan operasi. Tiga gigi saya dicabut, dua gigi bawah, satu gigi atas. Sekarang perawatan itu sudah berjalan hampir 5 tahun lamanya saya memakai kawat gigi. Sekitar 1-2 bulan sekali saya melakukan kontrol untuk perawatan ini dengan beberapa perkembangan yang gigi saya alami.
Dari pengalaman ini pelajaran yang saya dapat ialah tak ada yang tau apa yang Tuhan rencanakan. Entah itu dari kejadian baik atau buruk sekalipun. Tetapi kita hanya hamba-Nya yang lemah, dan sudah seharusnya percaya bahwa Tuhan pasti punya tujuan baik dari setiap detik kejadian yang manusia alami. Manusia hanya harus bersyukur atas apa yang Tuhan berikan dan tidak mengeluh tetapi berdoa semoga hal yang buruk bagi kita ada tujuan yang baik didalamnya.


